67265381433ad2d26cd05bb69037_grande

Candi Tara merupakan candi yang terletak di Kalibening, Kecamatan Kalasan. Banyak orang yang selalu menyebut Borobudur saat membicarakan bangunan candi Budha. Padahal, ada banyak candi bercorak Budha yang terdapat di Yogyakarta, salah satu yang berkaitan erat dengan Borobudur adalah Candi Tara. Candi yang terletak di Kalibening, Kecamatan Kalasaan ini dibangun oleh konseptor yang sama dengan Borobudur, yaitu Rakai Panangkaran. Karena letaknya di daerah Kalasan, maka candi ini lebih dikenal dengan nama Candi Kalasan.

Selesai dibangun pada tahun 778 Masehi, Candi Tara menjadi candi Budha tertua di Yogyakarta. Candi ini berdiri tak jauh dari Jalan Yogyakarta-Solo ini dibangun sebagai penghargaan atas perkawinan Pancapana dari Dinasti Sanjaya dengan Dya Pramudya Wardhani dari Dinasti Syailendra. Selain sebagai hadiah perkawinan, candi ini merupakan tanggapan usulan apra raja untuk membangun satu lagi bangunan suci bagi Dewi Tara dan biara bagi para pendeta. Cadi Tara adalah bangunan berbentuk dasar bujur sangkar dalam setiap sisi berukuran 45 meter dan tinggi 34 meter. Bangunan candi secara vertikal terdiri dari tiga bagian, yaitu kaki candi, tubuh candi, dan atap candi. Bagian kaki candi adalah sebuah bangunan yang berdiri di alas batu berbentuk bujur sangkar dan sebuah batu lebar. Pada bagian itu terdapat tangga dengan hiasan makara di ujungya. Sementara, di sekeliling kaki candi terdapat hiasan suluran yang keluar dari sebuah pot. Tubuh candi memiliki penampilan yang menjorok di sisi tengah. Di bagian permukaan luar tubuh candi terdapat relung yang dihiasi sosik dewa yang memgang bunga teratai dengan posisi berdiri. Bagian tenggaranya memiliki seuah bilik yang di dalamnya terdapat singgasana bersandaran yang dihiasi motif singa yang berdiri di atas punggung gajah. Panangkaran yang beragama Hindu membangun Candi Tara atas usulan para pendeta Budha dan dipersembahkan bagi Pancapana yang juga beragama Budha. Candi ini pula yang menjadi salah satu bangunan suci yang menginspirasi Atisha, seorang Budhis asal India yang pernah mengunjungo Borobudur dan menyebarkan Budha ke Tibet.