1025

Mendut merupakan nama sebuah desa dengan landmark Candi Mendut. Candi ini terletak tidak jauh dari tepian beberapa daerah aliran sungai besar, seperti Kali Progo, Elo dan Pabelan.  Candi Mendut merupakan satu kesatuan rangkaian tri candi yang meliputi Mendut, Pawon dan Borobudur. Berdasarkan keterangan pada Prasasti Karangtengah, Candi Mendut dibangun oleh Raja Indra dari Dinasti Syailendra pada tahun 824 M. Secara administrasi kepemerintahan, Mendut merupakan sebuah kesatuan pemerintahan setingkat desa atau kelurahan yang berada di wilayah Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang. Lokasi Candi Mendut berada tepat di sisi utara Jalan Mayor Kusen yang merupakan jalur akses utama menuju Candi Borobudur dari arah Yogyakarta. Dari segi kesejarahan dan fungsionalitasnya di masa kini, Candi Mendut memiliki keunikan tersendiri dibandingkan dengan candi-candi Budha yang lain, termasuk Borobudur.

Dalam lakon pementasan seni kethoprak di panggung-panggung rakyat yang di masa lalu banyak dipentaskan di dusun-dusun seputar Merapi-Merbabu, termasuk melalui siaran TVRI Jogjakarta, dikenal pula lakon cerita Rara Mendut. Rara Mendut adalah seorang anak perawan dari sebuah dusun terpencil di pesisir Bhumi Pati. Kecantikan paras rupanya yang menawan menjadikannya buah bibir di kalangan masyarakat luas. Kabar buah bibir itupun sampai ke telinga Sang Adipati Pragola, penguasa Pati. Dengan cara paksa, Rara Mendut diglandhang oleh para punggawa kadipaten untuk dijadikan selir Adipati Pragola.  Kisah klasik ini seolah mengulang cerita kelam perampasan Ken Dedes oleh Akuwu Tunggul Ametung di masa akhir Kediri. Belum sempat Rara Mendut dipersunting oleh Adipati Pragola, bala tentara Sultan Agung Mataram datang menyerang puri kadipaten yang dianggap mbalelo alias makar terhadap penguasa pusat. Singkat cerita Pati mengalami kekalahan telak dan semua harta benda dirampas sebagai pampasan perang, termasuk para istri, selir dan putri kadipaten. Nasib buruk tersebut juga menimpa Rara Mendut.

Tags Populer:

candi mendut